Presiden Minta Indonesia Bantu Negara Lain, Bukan Cari Bantuan

Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo. FOTO: SETKAB

JAKARTA-BISNISKINI: Menjadi bagian dari G-20, di mata Presiden Joko Widodo adalah sebuah pengakuan atas kekuatan ekonomi Indonesia oleh negara lain di dunia. Untuk itu, Indonesia dianggap sebagai golongan negara besar, sehingga sudah selayaknya tidak lagi merasa inferior, apalagi merasa kecil dan sampai mencari-cari bantuan.

Sebagai catatan, G-20 atau Kelompok 20 ekonomi utama adalah kelompok 19 negara dengan perekonomian besar di dunia ditambah dengan Uni Eropa. Secara resmi G-20 dinamakan The Group of Twenty (G-20) Finance Ministers and Central Bank Governors atau Kelompok 20 Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral. Kelompok ini dibentuk tahun 1999 sebagai forum yang secara sistematis menghimpun kekuatan-kekuatan ekonomi maju dan berkembang untuk membahas isu-isu penting perekonomian dunia.

“Saya sudah sampaikan kepada kepada seluruh menteri agar kita ini tidak lagi mencari-cari bantuan-bantuan. Kita ini sudah seharusnya membantu, membantu, membantu,” kata Presiden pada pembukaan Rapat Kerja Kepala Perwakilan RI dengan Kementerian Luar Negeri, di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Jakarta, Senin (12/2/2018).

Menurutnya situasi harus dibalik karena sekarang Indonesia dapat membantu negara-negara yang memang butuh bantuan untuk dianggarkan.

“Kembali Indonesia juga diundang untuk membantu. Kita juga terus membantu perjuangan saudara-saudara kita di Palestina melawan penindasan dan ketidakadilan,” ungkapnya seperti dikutip dari situs Kementrian Keuangan.

Ia mengatakan bahwa upaya diplomasi perdamaian dan kemanusiaan adalah tugas konstitusional yang harus ditunaikan. Sebelumnya, Presiden Jokowi menyampaikan hasil kunjungannya ke beberapa negara di Asia Tengah dan Selatan, beberapa waktu lalu, di antaranya mengunjungi kamp para pengungsi di Cox’ Bazar, Bangladesh, dan juga Afghanistan, yang sedang membangun kembali perdamaiannya.(CR-01/ZAL)

Mahasiswa UGM Kemban
Tas Tangan Indonesia
Rate This Article:
NO COMMENTS

LEAVE A COMMENT