Akibat Cuaca Buruk Kapal Cepat Bawean Merugi

transportasi laut Gresik-Bawean

Kapal Express Bahari bersandar di Pelabuhan Gresik. FOTO: SAHLUL FAHMI

GRESIK-BISNISKINI: Cuaca buruk yang akhir-akhir ini terjadi membuat jalur transportasi laut Gresik-Bawean tersendat. Akibatnya perusahaan kapal yang selama ini melayani jalur tersebut seperti Exspress Bahari dan Natuna Express pun merugi.

Tingginya gelombong serta kencangnya angin laut adalah kendala utama yang membuat kapal-kapal di jalur itu bersandar. Bahkan BMKG pernah mencatat tinggi gelombang di jalur tersebut mencapai 3,5 meter lebih dengan kecepatan angin 10-28 knot pada pertengahan Januari lalu.

Akibatnya, pada bulan Januari kerugian yang dialami oleh Express Bahari mencapai 50 persen. Setiap bulan Express Bahari memiliki 24 jadwal keberangkatan dengan perincian 12 keberangkatan dari Gresik, dan 12 dari Bawean.

Untuk jadwal keberangkatan dari Gresik ke Bawean dijadwal pada hari Selasa, Kamis dan Minggu. Sedang jadwal keberangkatan dari Bawean ke Gresik pada hari Senin, Rabu dan Sabtu.

Namun karena cuaca buruk pada bulan Januari, Express Bahari rute Gresik-Bawean hanya diizinkan berangkat sebanyak 6 kali. Hal serupa juga dialami jalur keberangkatan dari Bawean.

Kapasitas kapal Express Bahari maksimal mengangkut 390 orang dengan perincian 53 kursi VIP dan 337 kursi eksekutif. Untuk harga tiket VIP Rp 170 ribu, sementara tiket eksekutif Rp 150 ribu.

Jika dihitung dari pendapatan tiket sesuai kapasitas tempat duduk, per harinya Express Bahari bisa meraup uang sebesar 59.560.000. Padahal dari 24 keberangkatan pada Januari, Express Bahari hanya diizinkan berlayar sebanyak 12 kali.

“Secara operasional kami memang tidak rugi jika ada larangan berangkat. Hanya saja pendapatan kami pada bulan Januari lalu jadi berkurang 50 persen. Tapi ya bagaimana lagi, kendalanya kan memang dari cuaca,” kata Wahyu Utomo, marketing Express Bahari.(SAHLUL/ZAL)

Kementerian BUMN Duk
Mie Setan, Suguhkan
Rate This Article:
NO COMMENTS

LEAVE A COMMENT