Tertinggi, Realisasi Investasi Industri 21,6 Miliar Dolar AS Tahun 2017

Realisasi Investasi Industri

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. FOTO: KEMENPERIN

JAKARTA-BISNISKINI: Realisasi investasi industri tampaknya menjadi sektor yang memberikan kontribusi tertinggi. Dari total investasi baru yang masuk di Indonesia selama 2017, realisasi investasi di sektor perindustrian mencapai 21,6 miliar dolar AS dengan 256 proyek.

Dari catatan pemerintah, sepanjang tahun lalu atau hingga 14 Desember 2017, komitmen investasi baru yang masuk ke Indonesia mencapai 42,6 miliar dolar AS dengan sejumlah 1.054 proyek. Capaian ini mengalami kenaikan sebesar 23,7 persen dibanding tahun 2016.

“Pemerintah terus berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif serta memberikan kemudahan berbisnis di dalam negeri agar para investor meningkatkan penanaman modalnya di Indonesia dalam membangun perekonomian nasional yang lebih inklusif dan berkualitas,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Jumat (12/1).

Selain sektor perindustrian, sektor pariwisata menyumbang sebesar 17 miliar dolar AS dengan 159 proyek, pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR) 1,2 miliar dolar AS dengan 98 proyek.

Selanjutnya, sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) USD1,18 miliar dengan 32 proyek, perdagangan USD0,92 miliar dengan 427 proyek, dan pertanian USD0,27 miliar dengan 22 proyek, serta sektor lainnya sebesar USD0,43 miliar dengan 60 proyek.

Menperin menegaskan, pihaknya bersama pemangku kepentingan terkait terus bersinergi untukmeningkatkan daya saing dan daya tarik investasi di sektor industri, antara lain melalui penciptaan iklim usaha yang kondusif dan kepastian hukum, penggunaan teknologi terkini untuk mendorong peningkatan mutu, efisiensi dan produktivitas, serta pemberian fasilitas berupa insentif fiskal.

Selanjutnya, didukung dengan ketersediaan bahan baku, harga energi yang kompetitif, sumber daya manusia (SDM) kompeten,serta kemudahan akses pasar dan pembiayaan. “Pertumbuhan konsumsi juga perlu dijaga dan kembali ditingkatkan agar permintaan terhadap produk-produk industri semakin meningkat,” imbuhnya.

Peningkatan komitmen investasi baru ini didasari Perpres Nomor 91 Tahun 2017 tentangPeraturan Percepatan Pelaksanaan Berusaha. Di samping itu juga berkat kolaborasi dua Satuan Tugas(Satgas), yaitu Satgas Paket Kebijakan Ekonomi (PKE) dan Satgas Percepatan Pelaksanaan Berusaha(PPB).

Agar pelaksanaan investasi dan kemudahan berusaha di Indonesia bisa terealisasi dengan efektif, kedua satgas tersebut mengubah seluruh proses investasi dan usaha di Indonesia menjadi online dan terintegrasi.

Menperin menargetkan, pada tahun 2018, nilai investasi yang bisa ditarik dari 13 kawasan industri akan mencapai Rp250,7 triliun. “Pemerintah telah memberikan kemudahan berinvestasi di dalam kawasan industri, antara lain melalui pemberian insentif fiskal dan nonfiskal serta pembentukan satgas untuk penyediaan gas, listrik, air, SDM, lahan, tata ruang, dan lain-lain,” jelasnya seperti dikutip dari situs resmi Kementrian Perindustrian (12/1/2018).

Sementara itu, menurut Menperin, proyeksi investasi di industri secara keseluruhan sektor manufaktur pada tahun ini sebanyak Rp352 triliun. “Dengan adanya investasi di sektor industri, tercipta lapangan kerja baru dan multiplier effect seperti peningkatan nilai tambah dan penerimaan devisa dari ekspor. Oleh karenanya, industri menjadi penunjang utama dari target pertumbuhan ekonomi,” paparnya.(CR-01/ZAL)

Antisipasi Pemadaman
Sensasi Olahraga Tub
Rate This Article:
NO COMMENTS

LEAVE A COMMENT