Olah Jangkrik Menjadi Penganan, Ini Manfaatnya

manfaat Jangkrik

Anggota kelompok Tani Elok Mekar Sari saat memberi makan jangkrik yang dibudidaya di Semolowaru, Surabaya. Kamis (11/1). Jangkrik tersebut akan diolah menjadi makanan yakni peyek, serundeng, goreng krispi, hingga es dawet. FOTO: BISNISKINI/AKBAR

SURABAYA-BISNISKINI: Berawal dari kader peduli lingkungan, ibu-ibu PKK Perumahan Semolowaru Elok RW 08 kemudian ditunjuk oleh Pemerintah Kota Surabaya sebagai kelompok yang mengambil fokus kegiatan dalam bidang pertanian. Tepat pada 14 Desember 2011 terbentuklah dengan nama Kelompok Tani Elok Mekar Sari. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Kelompok Tani Elok Mekar Sari, Ari Widi Astuti. Dalam kegiatan kelompoknya, Ari mengaku saat ini masih dalam proses pengembangan berbagai inovasi olahan makanan ringan seperti yang berbahan dasar dari Jangkrik misalnya.

“Produksi awal itu tahun 2013 yang lalu, dari yang awalnya membudidayakan Jangkrik, hingga menjadikannya berbagai macam olahan seperti peyek, serundeng, goreng krispi, hingga es dawet,” ujarnya kepada Bisniskini.com, Jumat (12/1/2018).

Memilih Jangkrik, lanjut Ari, bukanlah tanpa pertimbangan yang matang. Jangkrik muda atau Clondo ternyata diketahui mempunyai kandungan protein yang cukup tinggi, selain itu manfaat lainya adalah bisa menambah stamina bagi kaum pria.

“Kandungan protein yang terkandung di dalamnya bisa bermanfaat sebagai penghalus kulit. Namun yang paling sering konsumen dari produk kami adalah kebanyakan pria, karena banyak dari mereka yang bisa merasakan hasil dari manfaat Jangkrik sebagai penambah stamina,” lanjutnya.

Dari situlah, masih cerita Ari, lewat pemasaran melalui sosial media (online), semakin tahun kian bertambah pula jumlah konsumen yang memesan olahan penganan peyek Jangkrik dan Jangkrik krispi.

“Saat ini sekali produksi bisa menghabiskan sampai 4 kg Jangkrik. Jumlah ini masih terlalu sedikit, karena sebenarnya karena kami tak mampu melayani semua permintaan pembeli lantaran kekurangan tenaga kerja,” ceritanya saat ditemui di Kawasan Semolowaru Elok Surabaya.

Selain bermanfaat bagi kesehatan, harga yang dipatok oleh kelompok tani ini juga terbilang terjangkau bagi masyarakat. “Peyek Jangkrik seberat 150 gram kami hargai Rp 8 ribu, sedangkan untuk Jangkrik Krispi yang memiliki berat 200 gram per kemasan dibanderol Rp 25 ribu,” tuturnya.

Ia menambahkan, berkat kerja keras dari seluruh anggota kelompok, dari penjualan produk peyek dan Jangkrik krispi ini saja, setiap bulannya medapatkan pemasukan bersih sebesar Rp 3 juta per bulan.

“Sehingga saat ini, kelompok tani kami tidak lagi berpangku untuk meminta bantuan dana dari pemerintah kota. Rata-rata kebanyakan pembeli berasal dari kedinasan pemkot seperti Palembang, Batam, dan kota lainya. Dan banyak juga ketika Surabaya kedatangan tamu kenegaraan, mereka sering membawa hasil olahan produk kami sebagai oleh-oleh,” tutupnya.(POUNDRA/ZAL)

Moviphone, Smartphon
Enterpreneur Tidak H
Rate This Article:
NO COMMENTS

LEAVE A COMMENT