Membaiknya Ekonomi China, Tak Mampu Mengatrol Dolar Australia

Mengatrol Dolar Australia

Biasanya perekonomian China dan Australia berjalan seiring. Namun pada perdagangan Jumat (12/01/2018) ini, nyatanya gagal membangkitkan minat trader untuk membeli Aussie. FOTO: MAXPIXEL.FREEGREATPIXEL.COM

SURABAYA-BISNISKINI: Meski China mengalami kenaikan tajam dalam surplus perdagangan di bulan Desember 2017, saat nilai ekspor meningkat sebesar 10,8 persen, dan mampu mengalahkan estimasi sebelumnya yang mencapaj 7,4 persen, ternyata tak lantas mampu mengatrol mata uang Aussie (dolar Australia).

Padahal, gelagat biasanya antara perekonomian China dan Australia berjalan seiring, Namun pada perdagangan Jumat (12/01/2018), nyatanya telah gagal membangkitkan minat trader untujk membeli Aussie. Hal tersebut dibenarkan Financial Consultant and Trader Starpeak Surabaya, Hendrianto.

“Kondisi ini menjadi aneh dan membingungkan, biasanya data positif perekonomian China, selalu hampir bisa dipastikan akan diikuti oleh pergerakan Aussie,” ujar Hendrianto kepada Bisniskini.com, Jumat (12/01/2018).

Hal itu, lanjut Hendri, dikarenakan hubungan perdagangan dari kedua negara yakni China dan Australia yang saling menguntungkan. China menjadi tujuan utama ekspor mineral negeri Kanguru tersebut.

“Keengganan para trader menurut saya, lebih terletak pada kondisi yang menjenuhkan untuk kembali melakukan transaksi beli Aussie seperti yang tercatat oleh rekam data teknikal Aussie,” lanjutnya.

Ia menambahkan, padahal nilai impor China mengalami lonjakan tajam sebesar 18,7 persen. Angka ini mengalahkan prediksi dari para ekonom yang memproyeksikan pertumbuhan nilai ekspor hanya sebatas 11,8 persen. “Hal tersebut mengakibatkan surplusnya perdagangan negeri Tirai Bambu ini sebesar 287 miliar China Yen,” tambahnya.

Di akhir catatannya, Hendri juga mengungkapkan pasangan mata uang tersebut sempat menembus di atas 0.79 persen, atau tepatnya mendarat di 0.7903 dan kini diperdagangkan di 0.7877, lebih rendsh 23 pip dari penutupan perdagangan hari kemarin. (POUNDRA/AZT)

Kegiatan Dunia Usaha
Redam Gejolak Harga
Rate This Article:
NO COMMENTS

LEAVE A COMMENT