Entrepreneur Ditambah Teknologi Maka Rahmatan Lil Alamin

pengajaran enterpreneur

Pengajaran enterpreneur yang ditambah dengan teknologi diharapkan menjadi Rahmatan Lil Alamin. Tampak suasana acara Enplus Festival 2018. FOTO: BISNISKINI/SHOLAITA

SURABAYA-BISNISKINI: Pentingnya pengajaran enterpreneur yang didapat sejak kecil bertujuan untuk dapat memandirikan ketika sudah jadi dewasa kelak. Dan sebaiknya pengajaran enterpreneur ditambah dengan teknologi diharapkan menjadi Rahmatan Lil Alamin.

Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M. Eng menyadari hal tersebut. Untuk itu pihaknya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang nantinya tidak bergantung kepada pekerjaan, tetapi membuat peluang sendiri.

“Di sini ada program mahasiswa kewirausahaan. Akan didanai Rp 5 juta hingga Rp 8 juta bila proposalnya disetujui. Setiap kelompok yang terdiri 4-5 anggota akan dinilai business plan-nya. Tahun 2017 kemarin ada 2 tim kami yang didanai Kemenristekdikti selain UNPAD,” katanya, Jumat (12/01/2018).

Kedua tim tersebut sukses membuat Bik nunnah mringis atau biskuit nutrisi sunnah atasi morning sickness dan biskuit kolang kaling (Bikoling). Dalam pembuatannya, mereka setiap tim beranggotakan 5 orang lakukan kerja sama dengan bidang praktek sendiri (bps).

“Untuk Bik Nunnah Mringis mereka dapat pembiayaan Rp 30 juta dan Bikoling Rp 10 juta dari Kemenristekdikti untuk meningkatkan usaha. Dan kini mereka sukses,” ujarnya.

Direktur Akademik dan Kemahasiswaan Unusa, Umdatus Saleha mengatakan di tahun 2017 pihaknya menerima 40 proposal dari mahasiswa. Dari jumlah tersebut, yang layak dinaikkan ke atas ada 10 proposal dan dua yang disetujui mendapatkan hibah dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) untuk program Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI).

“Juli 2017 proposal dikirimkan ke panitia seleksi. Pada akhir Agustus diumumkan mendapatkan hibah senilai Rp 30 juta dari Rp 35 juta yang diajukan. Dari dana yang cair 80 persen itu dibuat untuk berproduksi,” katanya.

Kini, produksi Bik Nunnah Mringis ini enam kali dalam sebulan, di mana satu kali produksi bisa menghasilkan 40 pak berisi 300 gram atau 15 keping biscuit. Mereka pun menjualnya dengan harga Rp 28 ribu per paknya.

“Dalam data kami, untuk lulusan Unusa dalam dua tahun terakhir, 30 persennya melakukan bisnis, baik online maupun di dunia kesehatan dari 515 mahasiswa yang telah diwisuda,” tukasnya.(SANDHI/ZAL)

Tangkapan Ikan Menur
UNUSA Gelar Pameran
Rate This Article:
NO COMMENTS

LEAVE A COMMENT