Menkeu: Penelitian Jadi Bentuk Komitmen Indonesia Ciptakan Budaya Unggul

Budaya Unggul

Menkeu Sri Mulyani Indrawati saat memberikan sambutan di acara Joint Announcement and Awarding Ceremony di Perpustakaan Nasional, Jakarta. FOTO: HUMAS KEMENKEU

JAKARTA-BISNISKINI: Indonesia terus berupaya untuk memupuk komitmen dalam bidang pengetahuan, termasuk pendidikan dan penelitian. Penelitian dasar (fundamental) merupakan salah satu bentuk komitmen negara untuk terus menciptakan budaya unggul.

“Tujuannya meningkatkan kesejahteraan atau bahkan peradaban negara tersebut,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati saat memberikan sambutan di acara Joint Announcement and Awarding Ceremony, Kamis (11/01/2018) di Perpustakaan Nasional, Jakarta.

Seperti dikutip dari berita Kemenkeu, Kamis (11/01/2018), pada acara yang bertema ‘Empowers The Culture of Excellence in Research’, Dana llmu Pengetahuan Indonesia (DIPI) bersama Newton Fund mengumumkan 11 proyek kolaborasi riset dasar terpilih dalam berbagai topik prioritas.

Sedangkan tema 11 proposal tersebut, enam bidang berupa tropical disease, dua proposal gambut dan mangrove, dua polusi udara dan kebakaran hutan dan satu proposal astronomi yang fokus pada pembangunan kapasitas sains rekayasa teknik dan matematik bagi guru dan pelajar SMA negeri di Nusa Tenggara Timur.

“Saya senang hari ini sudah dibuka suatu inisiatif untuk menjalankan research bersama yang bertaraf internasional. Kolaborasi melalui Newton Fund dengan Medical Research Council dan Research Council UK adalah bentuk kolaborasi yang sangat baik, untuk menjawab sisi kualitas maupun membangun network internasional,” jelas Menkeu.

Dijelaskan oleh Direktur Eksekutif DIPI, Dr Teguh Rahardjo, pendanaan DIPI yang didukung oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu), bersama dengan Newton Fund akan menyalurkan sekitar 5,5 juta poundsterling selama dua sampai tiga tahun ke depan untuk mendanai 11 proyek terpilih.

“Indonesia yang maju, Indonesia yang percaya diri, Indonesia yang optimis adalah aset bagi dunia. Kita tidak hanya punya kewajiban buat rakyat Indonesia tetapi juga dunia, untuk membuat dunia ini semakin baik dengan kehadiran Indonesia yang tertata dan dikelola dengan baik,” pungkasnya. (CR-01/AZT)

Pengrajin Kain Tenun
Gelar Makan Ikan Ber
Rate This Article:
NO COMMENTS

LEAVE A COMMENT