Tren Hunian Tahun 2018: Rumah Bergaya Minimalis Bakal Jadi Pilihan

Tren Hunian Tahun 2018

Bagi warga masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah dan yang baru berkembang, maka rumah bergaya minimalis diprediksi jadi pilihan. FOTO: BISNISKINI/AKBAR

SURABAYA-BISNISKINI: Rumah bergaya minimalis diprediksi akan menjadi tren hunian tahun 2018 ini, khususnya bagi warga masyarakat yang memiliki tingkat ekonomi menengah dan yang baru berkembang. Baik minimalis konsep Scandinavian yang menekankan kehangatan suasana maupun minimalis modern dengan sentuhan warna putih.

“Keinginan memiliki hunian atau rumah berkualitas kini harus diadu dengan harga property yang kian mahal. Maka untuk mengatasi masalah tersebut jawabannya adalah rumah bergaya minimalis,” kata Event Marketing Creano Furniture, Annisa kepada Bisniskini.com, Senin (08/01/2018).

Lalu seperti apa rumah bergaya minimalis? Menurut Annnisa, rumah minimalis, hanya menitikberatkan pada tingkat kretivitas penghuni dalan memanfaatkan setiap sudut ruangan. Termasuk penataan storage yang memiliki karakter seirama nuansa bangunan.

“Kebanyakan rumah minimalis itu adalah hunian satu lantai yang lebih terjangkau dari sisi budgeting. Salah satu yang akan jadi tren di tahun 2018 ini adalah hunian berkarakter minimalis konsep Scandinavian,” katanya.

Alasannya, lanjut Annisa, hunian bertype ini memiliki keunggulan pada interior yang bersifat lembut dan tidak terlalu banyak storage yang memakan ruang, sehingga kesan hangat dan romantisme sangat terasa.

Selain itu, masih dikatakan perempuan kelahiran Kota Surabaya ini, tren hunian selanjutnya pada tahun 2018 adalah rumah berkarakter minimalis modern. Kebanyakan, atau bahkan hampir semua, rumah bertype ini selalu menggunakan sentuhan warna putih.

Tidak dipungkiri, kalau warna putih selalu menjadi palet dasar yang cocok untuk rumah minimalis satu lantai. Karena hanya warna inilah yang dirasa Annisa sangat cocok jika dikombinasikan dengan lantai dan furnitur kayu. Di sini sangat diperlukan kecermatan dan kreatifitas dadi sang penghuni untuk mengatur tata letak perabotan yang simpel dan luwes.

“Karena tidak seharusnya keterbatasan ruang menjadi polemik bagi keluarga untuk mendapatkan rasa nyaman di rumah. Maka dibutuhkan kecermatan dan kreativitas, mulai memilih jenis furnitur, dan mengatur tata letaknya, hingga pemberian hiasan-hiasan dinding pada sekitar ruangan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dengan semakin sempitnya luasaan lahan di Surabaya, disertai semakin melambungnya harga property, maka rumah bergaya mimimalis ini akan menjadi tren gaya hunian, karena dirasa dari segi harga masih terjangkajmu oleh masyarakat ekonomi kelas menengah.

“Tapi yang harus diperhatikan oleh masyarakat adalah pentingnya perencanaan, sehingga tidak memaksakan pada kemampuan fixed income yang diperoleh. Sehingga, keluarga masih bisa mendapatkan hunian yang terjangkau dan memiliki tingkat kenyamanan serta tidak menanggalkan kualitas bangunan,” tutupnya. (POUNDRA/AZT)

Cuaca Buruk Sulit Di
Pengamat: Harga Emas
Rate This Article:
NO COMMENTS

LEAVE A COMMENT