Menteri PUPR: Tinggal di Rusunawa Harus Bisa Menyesuaikan Diri

Salah satu Rusunawa yang diresmikan Kementerian PUPR di Jatim. Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengingatkan, tinggal di Rusunawa harus bisa menyesuaikan diri. FOTO: KEMENTERIAN PUPR

JAKARTA-BISNISKINI: Menteri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), Basuki Hadimuljono mengingatkan, tinggal di Rusunawa (Rumah Susun Sederhana Sewa) harus bisa menyesuaikan diri. Sebab tinggal di hunian vertikal berbeda dengan rumah tapak. Salah satu kuncinya, kata Basuki, adalah sikap toleransi.

“Tinggal di Rusun akan mengubah cara hidup kita. Harus banyak empati agar tinggal di Rusun menjadi nyaman,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu.

Seperti dikutip dari Biro Komunikasi Publik, Kementerian PUPR, Minggu (07/01/2018), Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya meresmikan dua Rusunawa di Jatim, yaitu di Kediri dan Banyuwangi. Dua Rusunawa itu diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Dua Rusunawa yang diresmikan yaitu Rusunawa Dandangan di Kota Kediri pada 29 Desember 2017 lalu dan Rusunawa Klatak Kalipuro, di Kabupaten Banyuwangi pada 28 Desember 2017 lalu.

Peresmian Rusunawa Dandangan dilakukan Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar dan dihadiri Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Rina Farida mewakili Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Pembangunan Rusunawa tersebut dilakukan dua tahap. Tahap pertama sudah rampung pada 2011 sebanyak dua twin blok dan sudah dihuni warga. Kemudian dilanjutkan tahap kedua tiga twin blok dengan kapasitas 954 unit untuk MBR Kota Kediri, diantaranya dari Kelurahan Dandangan, Ngadirejo, Balowerti dan Semampir. Lima twin blok tersebut sudah dihibahkan Kementerian PUPR kepada Pemkot Kediri.

Sedangkan Rusunawa Klatak Kalipuro, di Kabupaten Banyuwangi diresmikan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Rusunawa Klatak terdiri dari dua tower dengan tipe 24 berkapasitas 198 unit. Rusunawa ini memiliki unit yang khusus diperuntukan bagi para penyandang disabilitas dan orang lanjut usia.

Dalam sambutannya, Rina Farida mengatakan Rusunawa telah dilengkapi listrik, air bersih, lahan parkir, aula dan pagar keliling. “Para penghuni dan warga sekitar dapat merawat dan memanfaatkannya dengan baik secara berkelanjutan,” kata Rina Farida.

Selain sebagai hunian, diharapkan Rusunawa menjadi pusat kegiatan ekonomi, sosial, keagamaan dan kesehatan masyarakat. Rusunawa dibangun menggunakan anggaran Kementerian PUPR Rp 23 miliar. Lahan disediakan Pemkab Banyuwangi seluas 1 hektar.

“Ini kolaborasi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat. Kami yang menyiapkan lahan, pemerintah pusat melalui Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR membangun rusunawa ini,” kata Bupati Azwar Anas saat peresmian. (CR-01/AZT)

FOLLOW US ON:
Lebih Mengenal Dunia
Tahun 2017, Porsi Ba
Rate This Article:
NO COMMENTS

LEAVE A COMMENT