Nostalgia Masa Post Kolonial di Bank De Javasche Surabaya

museum De Javasche Bank

Pengunjung mengamati benda-benda sistem perbankan masa kolonial di Museum De Javasche Bank, Surabaya. Sabtu (6/1). Museum ini dibuka untuk umum sebagai bentuk upaya agar masyarakat dapat mengerti sejara perbankan tempo dulu. FOTO: BISNISKINI/AKBAR

SURABAYA-BISNISKINI: Semasa pemerintah kolonial, berdirilah sebuah bank milik Hindia Belanda. Riuh suara lalu-lalang pegawai mengenakan pakaian jas putih khas tempo dulu terlihat melayani pengunjung di bilik masing-masing. Bias cahaya yang masuk melalui celah-celah jendela bergaya Eropa semakin menambah dramatis suasana. Ya seperti itulah nuansa nostalgia post kolonial yang terlintas saat memasuki museum De Javasche Bank.

Terletak di kawasan Jembatan Merah atau lebih tepatnya di Jalan Garuda Surabaya Utara, museum ini dulunya adalah sebuah bank central di masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda, atau merupakan cabang dari De Javasche Bank di Batavia.

Gedung ini dibangun di Surabaya pada 24 September 1829. Namun pada tahun 1904 gedung ini sempat direkontruksi ulang dengan tetap mempertahankan struktur bangunan dengan gaya arsitektur Neo Renaissance, dengan atap Mansart serta pilar-pilar yang memiliki ornamen Hindu-Jawa, semakin menambah kesan eksotisme masa lampau yang dipertahankan hingga sekarang.

Museum ini memiliki tiga lantai, dan menampilkan sejarah sistem perbankan pada era kolonial, serta foto-foto dan koleksi uang pada masa tersebut. Sementara itu, layout ruangan terbagi menjadi tiga bagian, yaitu ruangan koleksi mata uang, ruang koleksi hasil konservasi, dan ruang koleksi pusaka budaya. Salah satu pengunjung Muhammad Syaiful mengungkapkan kekagumannya terhadap keberadaan museum ini.

“Sebenarnya sudah tau dari beberapa tahun lalu dari beberapa sumber bacaan, tapi untuk datang langsung dan melihat baru pertama kali ini,” ungkapnya kepada Bisniskini.com, Sabtu (06/01/2018).

Ditambah lagi yang asyik, lanjut pria yang akrab disapa Ipul ini mengatakan, pihak pengelola museum De Javasche Bank dapat digunakan dalam kegiatan seni dan kebudayaan oleh masyarakat secara gratis.

“Saya mengapresiasi pihak pengelola, di tengah banyaknya bangunan cagar budaya yang sulit untuk diakses oleh masysrakat sebagai kegiatan publik, tapi hal berbeda justru dilakukan oleh manajemen museum,” lanjutnya.

Perlu diketahui, museum De Javasche Bank ini buka setiap harinya mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, dan gratis. Maka tak heran, tidak hanya warga Surabaya saja yang berkunjung, namun terlihat beberapa wisatawan mancagera juga terlihat sedang melihat dan mengamati museum dengan nilai historikal yang tinggi dan sudah berumur 186 tahun ini.(POUNDRA/ZAL)

POST TAGS:
FOLLOW US ON:
Dukung Pembangunan I
Budidaya Lele Dengan
Rate This Article:
NO COMMENTS

LEAVE A COMMENT