Ghufron Coba Tawarkan Batik Tulis Pamekasan dengan Harga Terjangkau

Batik Tulis Pamekasan

Ghufron tengah merapikan kain batiknya di stan Pasar Batik 17 Agustus Pamekasan di event Batik Fashion Fair, di Grand City Surabaya, Kamis (07/12/2017). FOTO: BISNISKINI/ANDYAN

SURABAYA-BISNISKINI: Saat ini peminat batik tulis masih sangat terbatas, mengingat harga yang ditawarkan oleh produsen masih berada dalam harga yang lumayan tinggi. Namun di stan Pasar Batik 17 Agustus, produk batik tulis bisa kita temui dengan harga yang cukup terjangkau.

Pasar Batik 17 Agustus Pamekasan sendiri merupakan pasar batik yang berlokasi di Pamekasan, Madura. Di sana terdapat banyak gerai atau pengrajin batik unggulan. Kali ini Pasar batik tersebut ikut dalam pameran Batik Fashion Fair, di Grand City Surabaya, Kamis (07/12/2017).

Menurut salah seorang pengrajin batik, Ghufron, harga yang dipatok untuk salah satu jenis batik, yakni batik tulis sekitar Rp 75 ribu. Selain itu, harga lain yang ditawarkan oleh gerai Maduraku Batikku juga cukup beragam tergantung jenis ukurannya. Paling rendah dipatok Rp 50 ribu sedangkan paling tinggi di harga Rp 150 ribu.

Tapi menurutnya, ada yang menjadi pembeda hingga harga batik tulis bisa menjadi relatif murah jika dibandingkan dengan batik tulis pada umunya. “Jadi batik tulis yang ada di sini itu memiliki kekurangan dalam segi warna, ” ujar Ghufron kepada Bisniskini.com di pameran Batik Fashion Fair, di Grand City Surabaya, Kamis (07/12/2017).

Selain itu, Ghufron juga mengatakan, omset bisnis batiknya pun tak tetap. “Namanya saja usaha, jadi omsetnya tidak tentu. Kadang kalau ramai sebulan bisa dapat Rp 10 Juta, kalau sepi hanya Rp 2 Juta per bulan, ” imbuhnya.

Gerai Maduraku Batikku sendiri sudah membuktikan kesuksesannya dalam bidang karya batik. Produk batik miliknya sempat menarik perhatian hingga Jepang. Sebanyak 19 potong kala itu, dikirim ke Negeri Sakura. “Saat itu kita bisa kirim ke Jepang, setelah mereka melihat produk kita di facebook, ” tuturnya.

Tapi keresahan juga dialami oleh pengrajin batik Pamekasan. Ghufron mengatakan, sekarang di Pamekasan ada sedikit penurunan omset karena membludaknya pengrajin batik di sana. Namun, permintaan pasar terhadap batik Pamekasan masih relatif baik.

Motif batik di Pamekasan ini lebih menonjolkan motif Sekar Jagat atau motif alam, sedangkan untuk warna lebih menonjolkan warna merah karena menurutnya di Pamekasan warna tersebut menjadi favorit. (ANDYAN/AZT)

Canon Tutup Tahun de
Jelang Libur Panjang
Rate This Article:
NO COMMENTS

LEAVE A COMMENT