Konsep Jatimnomics Dalam Pembangunan Ekonomi Jatim

Jatimnomics

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo saat menghadiri acara peluncuran buku Pembangunan Jawa Timur Berkeadilan Dan Beraya Saing di Gedung Negara Grahadi, Selasa(14/11/2017). FOTO: BISNISKINI/IQBAL

SURABAYA-BISNISKINI: Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur berada di level teratas rata-rata nasional. Hal ini dibuktikan ekonomi Jatim tahun 2016 tumbuh 5,55 persen, tingkat kemiskinan tahun 2008-2016 turun 6,74 persen, pendapatan perkapita tumbuh 29 juta, pengangguran terbuka tahun 2009-2017 turun 2,42 persen, dan Indeks pembangunan manusia (IPM) tahun 2009-2017 meningkat 6,37 persen.

Pertumbuhan tinggi tersebut tidak terlepas dari penerapan konsep Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, untuk membangun ekonomi di Jatim dengan sebutan Jatimnomics. Jatimnomics adalah konsep pembangunan ekonomi dengan berpusat pada rakyat (people centered developement) dan berbasis pada partisipasi masyarakat (parcipatory based development).

“Untuk membangun ekonomi di Jatim ada dua strategi yakni pembangunan kerakyatan yang partisipatoris dan inklusif,” ujar Sokarwo saat diwawancarai di acara peluncuran buku Perkembangan Jatim di Gedung Negara Grahadi, Selasa (14/11/2017)

Menurut Soekarwo, partisipatoris disini ialah mengajak semua elemen yang berkepentingan untuk berdialog bersama guna menyusun kebijakan pemerintah. Hal ini dilakukan untuk membuka ruang publik guna membangun nilai keadilan. Dengan adanya partisipatoris, stabilitas perekonomian akan berjalan dengan sedirinya.

Inklusif di sini dimaksudkan dengan menghadirkan kebijakan yang adil untuk memfasilitasi perekonomian. “Hal ini merupakan cara mengatasi kegagalan liberalisasi yang hanya menekankan efisiensi, tetapi tidak mendorong pertumbuhan inklusif dan berkeadilan,” ujar Soekarwo.(IQBAL/ZAL)

Presiden Jokowi Duku
Batako Cangkang Kera
Rate This Article:
NO COMMENTS

LEAVE A COMMENT