Bekraf Tunjuk Banyuwangi Jadi Poros Utama Ajang Kreasi ‘Ikkon’ di Jawa Timur

Bekraf kembali menggelar ajang Inovatif dan Kreatif Kolaborasi Nusantara (Ikkon). Bekraf juga menunjuk Kabupaten Banyuwangi sebagai poros utama kegiatan Ikkon di Jawa Timur. FOTO: BISNISKINI/JAPRAX

BANYUWANGI-BISNISKINI: Berupaya menumbuhkan geliat ekonomi kreatif, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kembali menggelar ajang Inovatif dan Kreatif Kolaborasi Nusantara (Ikkon) untuk kedua kalinya. Menunjuk Kabupaten Banyuwangi sebagai poros utama kegiatan Ikkon di Jawa Timur, Bekraf bertugas memoles dan menghargai potensi daerah melalui kapasitas generasi muda yang beragam.

“Sehingga manfaat Ikkon ini bisa dirasakan masyarakat secara luas. Bekraf menunjuk satu mentor, kemudian membentuk tim yang di dalamnya berisi pemuda-pemudi kreatif dan profesional di bidangnya. Lalu berkegiatan dan membuat produk yang bisa dipasarkan, sehingga bisa mendapatkan nilai ekonomis,” kata Business Advisor Ikkon Banyuwangi, Seven kepada Bisniskini.com, Selasa (14/11/2017).

Kegiatan ini, lanjut Seven, juga tersebar di beberapa wilayah se-nusantara. Selain di Banyuwangi (Jawa Timur) juga di Banjarmasin (Kalimantan Selatan), Belu (Nusa Tenggara Timur) dan Toraja Utara (Sulawesi Selatan).

“Bekraf melalui Ikkon ini mendatangkan bebagai profesi dan disiplin ilmu yang beragam, yakni antroplog, desainer, fotografer dan videografer Indonesia. Insan-insan tersebut kemudian terpilih mendatangi daerah yang telah ditentukan dan berkolaborasi dengan pelaku industri kreatif lokal,” lanjutnya.

Masih dikatakan Seven, produk yang telah dihasilkan bersama kawan-kawan satu timnya, yang juga bekerja sama dengan para pelaku industri kreatif lokal sangat beragam. Mulai kerajinan tangan, hingga kain batik.

“Semua produk ini, mulai dari kriya atau kerajinan tangan, hingga kain batik adalah marchandise tradisional khas Banyuwangi. Dan hasil kerja langsung para pelaku industri kreatif lokal ini dapat lebih terapresiasi dengan nilai ekonomis yang didapat dari produk-produk tersebut,” tuturnya.

Ia menambahkan, ke depan, dengan semakin banyak daerah yang terlibat di kegiatan Ikkon ini semoga berdampak juga pada meningkatnya industri kreatif di seluruh Indonesia. “Negara-negara maju saat ini justru lebih fokus pada pengembangan industri kreatif, karena value atau nilai ekonominya tidak terbatas. Potensi perekonomian melalui industri kreatif ini sangat besar. Terlebih di Indonesia, yang memiliki ragam budaya, ragam suku, dan ragam wisata,” pungkasnya. (POUNDRA/AZT)

Mobil Beremisi Karbo
Kemenkeu Fokus Jaga
Rate This Article:
NO COMMENTS

LEAVE A COMMENT