Batako Cangkang Kerang, Alternatif Sumber Penghidupan Nelayan Kenjeran

Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf bersama Direktur Operasional 1 PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Sugiarto saat kunjungi industri Batako dari cangkang kerang di Kampung Nelayan, Kenjeran, Surabaya, Selasa (14/11/2017). FOTO: BISNISKINI/AKBAR

SURABAYA-BISNISKINI: Tak pastinya hasil tangkapan ikan di laut, baik itu karena cuaca buruk ataupun jumlah ikan yang jauh berkurang, membuat para nelayan di lingkungan Kampung Nelayan Cumpat, Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya punya penghasilan tambahan dari inovasi terbaru mereka.

Setelah mendapat bimbingan dari Kementrian Riset Teknologi Perguruan dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti) para nelayan saat ini konsisiten memproduksi batako dengan salah satu bahan baku dasarnya adalah limbah cangkang kerang.

Hari ini, saat mendapat kunjungan dari Wakil Gubernur Jawa Timur bersama Direktur Operasional 1 PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB)  Sugiarto, sontak membuat para nelayan Bulak ini memamerkan batako cangkang kerang hasil produksi mereka. Ini adalah salah satu inovasi dari nelayan yang patut disupport karena hingga saat ini masih konsisten, tutur Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf.

“Kegiatan produksi batako cangkang kerang ini harus mendapat dukungan secara terus menerus dari pemerintah, karena dari produksi batako ini, nelayan memiliki opsi lainya untuk mengais rezeki,” ujarnya saat diwawancara Bisniskini.com, Selasa (14/11/2017).

Di sisi lain, Direktur Operasional 1 PT. PJB mengungkapkan hal yang sama, kegiatan ini adalah cerminan positif dari perubahan mindset masyarakat nelayan.

“Selain menggantungkan hidupnya pada hasil laut, mereka juga mengolah limbah cangkang kerang sebagai bentuk pelestarian lingkungan dan juga mengubah menjadi sebuah produk barang yang bernilai ekonomis,” ungkapnya.

Kepala Kecamatan Bulak Suprayitno memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan keluh kesah tentang mesin yang selama ini digunakan para nelayan memproduksi batako.

“Pak, ini mesin yang digunakan para nelayan kondisinya sudah rusak, setiap kali produksi mesinnya mengeluarkan suara bisisng, dan tidak seproduktif seperti dulu,” keluhnya kepada Gus Ipul.

Wagub Jatim yang mendengar keadaan ini, langsung mengeluarkan celetukan kepada Direktur Operasional 1 PT PJB untuk patungan, guna pengadaan mesin baru.

“Pak Sugi, ayo patungan, saya Rp. 50 juta, Anda Rp. 50 juta buat beli mesin ini,” ajaknya. Sugiarto yang mendengar hal tersebut, tanpa berpikir lama mengiyakan ajakan Wagub Jatim.

“Inisiasi dari Gus Ipul ini positif, memberikan sikap langsung ketika mendengar keluhan dari masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, nantinya PJB juga akan memberikan pengadaan mesin baru kepada para nelayan, sehingga produktifitas mereka bisa bertambah dan kinerja produksi batakonya lebih efisien,” pungkasnya.(POUNDRA/ZAL)

Konsep Jatimnomics D
PJB Buka Pelatihan B
Rate This Article:
NO COMMENTS

LEAVE A COMMENT