Dunia Internasional Apresiasi Bansos Non-Tunai PKH

Bansos Non-Tunai PKH

Program pengentasan kemiskinan atau disebut Bansos non-tunai Program Keluarga Harapan (PKH) yang digagas Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mendapat apresiasi dunia internasional. FOTO: BISNISKINI

JAKARTA-BISNISKINI: Program pengentasan kemiskinan di Indonesia melalui bansos non-tunai Program Keluarga Harapan (PKH) mendapat perhatian dan apresiasi dari tokoh, lembaga, serta komunitas internasional.

Hal ini tak lepas dari komitmen pemerintah yang secara signifikan meningkatkan penerima manfaatnya. Tercatat tahun 2014 mencapai 2,7 juta KPM, bertambah tahun 2015 menjadi 3,5 juta KPM dan tahun 2017 menjadi 6 juta KPM serta tahun 2018 direncanakan menjadi 10 juta KPM.

Tak main-main, Bank Dunia, Ratu Maxima dari Belanda, Miss Universe Iris Mittenaere, bahkan salah satu doktor Universitas Stanford dari Amerika Michael Samson yang merupakan pakar di bidang Perlindungan Sosial mengakui keberhasilan Indonesia dalam penanggulangan kemiskinan melalui program PKH secara non-tunai atau yang di dunia disebut Conditional Cash Transfer.

“Pemerintah telah membuktikan bahwa mereka sangat serius terkait persoalan ini” ungkap Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa.

Menurutnya, Ini merupakan kebijakan bansos yang revolusioner. “Peningkatan penerimanya sangat signifikan, begitu pula transformasi teknologinya,” kata Mensos saat menyampaikan arahan di depan peserta tes calon Pendamping PKH di Surabaya, Minggu (12/11/2017).

Pada saat yang sama, lanjutnya, juga dilakukan berbagai inovasi teknologi penyaluran bansos. Jika tahun tahun 2015 masih menggunakan sistem tunai maka mulai pertengahan Juni 2016 sudah menggunakan sistem non-tunai melalui bank penyalur dari empat bank negara. Caranya, dengan menggunakan kartu kombo, yaitu Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang memiliki vitur saving account dan e-wallet, sehingga penerima bansos bisa mulai menabung. Hal ini sekaligus berbagai bansos bisa disatukan dalam satu kartu, termasuk bansos daerah.

Inovasi teknologi perbankan juga terus ditingkatkan terutama untuk menjangkau daerah terpencil, kepulauan dan pedalaman serta perbatasan melalui EDC offline serta VSAT.

Apresiasi positif baru-baru ini juga mengemuka dalam forum APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation), dimana Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengapresiasi Indonesia dalam penanggulangan kemiskinan.

“Presiden Trump memuji Indonesia sebagai salah satu negara yang mampu bertransformasi cemerlang di Asia. Khususnya mengapresiasi pengentasan kemiskinan yang telah dilakukan sejak 1990-an. Indonesia bisa mengangkat dirinya sendiri dari kemiskinan dan kini menjadi salah satu bangsa yang memiliki pertumbuhan ekonomi tertinggi di antara negara-negara G20,” terangnya mengutip pidato Presiden Amerika Serikat.

Bansos Anak Berprestasi

Dalam kegiatan ini juga dilakukan penyerahan bansos PKH kepada 10 anak berprestasi yang mendapat beasiswa Bidikmisi dan undangan dari beberapa perguruan tinggi. Sebanyak 7 orang mendapat beasiswa Bidikmisi, 1 orang dari jalur undangan, dan dua lainnya berprestasi di bidang organisasi kepramukaan.

“Mau berprestasi di bidang olahraga, pendidikan, kesenian, lakukan dan tekuni dengan sungguh-sungguh. Pemerintah menyiapkan berbagai program termasuk bantuan sosial PKH, dan bantuan pendidikan seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk SD, SMP dan SMA serta Bidikmisi untuk S1, sedangkan untuk S2 serta S3 melalui LPDP. Mudah-mudahan anak-anak terus semangat mengejar pendidikan setinggi-tingginya. Sementara orang tua mendorong dan mendoakan putera-puterinya. Sinergitas program ini dapat mendorong kehidupan keluarga semakin sejahtera, produktif dan mandiri,” harap Khofifah.

Beasiswa Bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan dari pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Ristek dan Dikti. Beasiswa ini diberikan kepada calon mahasiswa tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik, untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi pada program studi unggulan sampai lulus tepat waktu.

Sementara Beasiswa LPDP adalah beasiswa magister & doktor dari LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan). Sasaran bantuan program beasiswa ini adalah Warga Negara Indonesia yang berkemampuan akademik dan kepemimpinan yang tinggi, serta lolos proses seleksi untuk melaksanakan studi pada program magister dan doktor.(CR-01/ZAL)

Tangani Kepadatan Pe
Pemprov Jatim Gelar
Rate This Article:
NO COMMENTS

LEAVE A COMMENT