Menguntai Rezeki dari Biji Genitri

Dadang berhasil memanfaatkan biji genitri menjadi aneka kerajinan tangan bernilai tinggi. Misalnya saja berupa tasbih, gelang, kalung, hingga gantungan kunci beragam bentuk nan indah. FOTO: BISNISKINI/AYU CITRA SR

KEDIRI-BISNISKINI: Usia muda bukanlah halangan untuk sukses berbisnis. Hal ini terlihat dari perjuangan keras, anak muda asal Kawasan Wisata Alam Besuki, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri Jawa Timur.

Adalah Dadang berhasil memanfaatkan biji genitri menjadi aneka kerajinan tangan bernilai tinggi. Misalnya saja berupa tasbih, gelang, kalung, hingga gantungan kunci beragam bentuk nan indah. Selain itu, pria ini juga membaca pasar dan melihat potensi Sumber Daya Alam (SDA) di daerahnya,

“Awalnya, saya tidak menyangka bahwa dari hasil mengumpulkan biji genitri di sekitar rumah, dan menjadikannya gelang dan kalung ternyata bisa menghasilkan uang. Tapi lama-kelamaan, banyak pesanan datang dari berbagai daerah,” kata Perajin Biji Genitri, Dadang, di Kabupaten Kediri, Sabtu (11/11/2017).

Oleh sebab itu, kata Dadang, pihaknya berupaya sebaik mungkin dalam menerapkan harga jual berbagai produk genitrinya. Dengan harapan, semakin banyak pembeli baik dari dalam Kediri hingga meluas ke pasar internasional.

Saat menjual produknya di sebuah lapak sederhana di Kawasan Wisata Alam Besuki, yang berada satu lokasi dengan Air Terjung Irenggolo Kediri, Dadang mengatakan, tidak pernah mematok harga tinggi.

Untuk gelang lanjutnya, dijualnya seharga Rp10.000 hingga Rp15.000 per buah. Kemudian, harga kalung dipatok Rp25.000 per buah. Sementara harga tasbih hanya dijual Rp50.000 per buah. Namun terkadang, ada pembeli yang memesan dibuatkan dengan desain sendiri dan tentu harganya berbeda.

Bisnis ini, tambah Dadang, dijalaninya dengan tidak mudah. Terlebih lagi, dia pernah menjadi pengusaha produksi rokok di Batam yang beromsetkan Rp50 juta setiap bulannya. Tapi usaha rokok tersebut tak bertahan lama, karena pengkhianatan teman yang membawa kabur hasil jerih payahnya. Kemudian Dadang kembali pulang ke Besuki, Kediri dan memulai usaha lagi dengan membentuk kelompok pengrajin pinus.

Berkat usaha kerajinan biji genitrinya, dalam satu bulan pria penuh inovasi ini dapat menghasilkan omzet hingga Rp10 juta. Kondisi ini terwujud, karena buah karyanya terbukti mampu memiliki magnet tersendiri bagi peminatnya.

Selain menjadi perhiasan untuk mempercantik diri, ternyata biji genitri dipercaya memiliki khasiat kesehatan bagi si pemakainya. Hal ini didasari oleh penelitian dari Institut Teknologi India di mana genitri mempunyai komposisi fisika seperti nilai spesifik gravitasi sebesar 1,2 dan PH 4,48. Di samping itu juga mengandung daya elektromagnetik.

“Dari sinilah, genitri juga dipercaya mengontrol tekanan darah, stres, serta berbagai penyakit. Misalnya epilepsi, asma, hipertensi, radang sendi dan penyakit hati, serta berguna saat dikalungkan di leher ataupun meminum air rebusannya,” katanya.

Di sisi lain, dengan keberhasilan bisnisnya itu, Dadang juga membentuk sebuah Kelompok Sadar Wisata Argo Wilis yang beranggotakan 32 orang. Tujuannya, untuk ikut memberdayakan anggota teman-teman dan masyarakat di daerah.

Oleh karenanya, Dadang juga membagi tugas untuk anggotanya. Mulai dari mencari bahan produksi hingga siapa saja yang bertugas di bagian pemasaran. Mereka diberi tanggung jawab sesuai dengan keterampilan dan kompetensi masing-masing.

Mengenai produk yang paling diminati, sampai sekarang banyak wisatawan membeli kalung dan gelang. Keduanya adalah produk favorit pilihan setiap pengunjung di kawasan Air Terjun Irenggolo, di Kabupaten Kediri.

Salah satu wisatawan asal Tulungagung, Jawa Timur, Asmaul Chusna, mengatakan, sangat menggemari produk hasil kreasi genitri tersebut. Apalagi seperti gelang, yang harganya sangat terjangkau dan juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Bahkan dari sisi pemakaian, memang sangat bagus dan cocok dipadupadankan dengan pakaian apa pun.

“Di gerai ini, saya juga membeli beberapa buah gelang untuk dibagikan kepada ibu dan saudara di rumah. Semoga manfaat genitri ini juga bisa dirasakan oleh keluarga saya,” katanya.

Di samping itu, kreasi Dadang juga mendapatkan apresiasi langsung dari Wakil Bupati Kediri, Masykuri Ikhsan. Hal itu disampaikan, saat orang nomor dua di Kabupaten Kediri ini bertandang ke gerai aksesoris tersebut.

Masykuri Ikhsan, mengemukakan, sangat tertarik dengan produk genitri yang dibuat Dadang. Bahkan sembari berbincang santai, dia juga mempraktekkan bagaimana memanjatkan doa “wiritan” dengan menggunakan tasbih genitri itu.

“Genitri ini tak hanya bagus buat ‘wiritan’, tapi membuat jari-jemari saya bisa sekaligus refleksi. Saya mau pesan yang jumlahnya 99 buah, tolong dibuatkan ya,” katanya.

Pria yang hobi mengendarai motor trail ini berharap, kesuksesan Dadang bisa ditularkan kepada tetangga sekitar dan masyarakat setempat. Dengan demikian bisa sekaligus memberdayakan warga di kawasan wisata ini.

Selain itu, dia berpesan, genitri bisa juga dijadikan ikon dari Wisata Alam Besuki, Air Terjun Irenggolo dan Air Terjun Dolo, di Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. Terlebih lagi, genitri memang banyak dijumpai di area ini. Dengan demikian, seluruh masyarakat juga akan kebagian rejeki dari potensi SDA yang telah diberikan Tuhan YME di kawasan tersebut. (Ayu Citra SR/Ali)

Indonesia-Vietnam Be
Pakar Ekonomi Ingatk
Rate This Article:
NO COMMENTS

LEAVE A COMMENT