DPD REI Jatim : Kami Masih Terkendala Soal Perizinan Saja Untuk Program 1 Juta Rumah MBR

Ketua DPD REI Jatim, Danny Wahid

Ketua DPD REI Jatim, Danny Wahid berharap pemerintah daerah bersinergi dengan pengembang agar program 1 juta rumah MBR tercapai. Foto: Bisniskini/Ali

SURABAYA-BISNISKINI : Program satu juta rumah murah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang dibuat Presiden Joko Widodo hingga bulan Mei tercatat mampu mencapai 169.614 unit dan dibagikan ke 155.408 pada MBR.

Seiring dengan program tersebut bagi pelaku Real Estate Indonesia (REI) diwilayah Jatim masih terkendala soal perizinan dibeberapa daerah di Jatim

Menurut Ketua DPD REI Jatim, Danny Wahid program yang dilakukan oleh pemerintah cukup membantu bagi pengembang property di Jatim. Namun kenyataannya, kata Danny, pihaknya masih belum mampu mencapai target sebasar 25 ribu unit pada tahun ini. Hingga saat ini pengembang yang tergabung REI Jatim hanya mampu di akhir tahun sekitar 10 ribu unit perumahan.

“Kendala kami soal perizinan saja, jika perizinan sulit para pengembang akan sulit pula menyelesaikan program yang dilakukan pemerintah untuk perumahan bagi MBR,” ujar Danny di Surabaya, Jumat (10/11/2017)

Padahal lanjut Danny, SK Kementeri Dalam Negeri melalui surat edaran Nomor 648/1062/SJ kembali menegaskan detail Peraturan Pemerintah Nomor 64/2016 sebagai pelaksanaan Paket Kebijakan Ekonomi (PKE) XIII tentang pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR meminta seluruh pemerintah daerah, agar segera menyesuaikan regulasi terkait pemangkasan perizinan guna mendukung program strategis nasional sejuta rumah.

“Jika melihat SK ini tentunya pemerintah daerah harus sinergi dengan pelaku pengembang. Untuk itu, kami berharap pemerintah daerah memberi kemudahan untuk perizinannya,” pinta Danny.

Danny otptimis, jika pemerintah daerah bersinergi dengan pengembang dipastikan tahun depan akan tercapai target pembangunan rumah MBR. Selain itu, kata Danny, pihaknya akan melakukan berkunjung ke pimpinan daerah Jatim untuk pembahasan perizinan tersebut.

“Kami akan dating ke beberapa daerah di Jatim untuk bertemu dengan kepala daerah nantinya untuk membahas personal ini. JIka permasalahan ini belum ada solusi tentunya kami akan menghadap ke gunernur Jatim mencari solusi yang tepat,” ungkap Danny. (CR 08/Ali).

Perkuat Sistem Pemba
Pelindo III Group Be
Rate This Article:
NO COMMENTS

LEAVE A COMMENT