Gus Ipul: Pembangunan Bisa Maju dengan Bhineka Tunggal Ika

Gus Ipul

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf hadiri diskusi ilmiah di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Airlangga Surabaya, Rabu (13/9).

SURABAYA-BISNISKINI: Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menyatakan bahwa Bhineka Tunggal Ika dengan semangat perbedaan tapi tetap satu, memiliki peran sebagai modal dan kekuatan majunya sebuah pembangunan di daerah. Demikian pandangan Gus Ipul-biasa ia disapa- seusai menghadiri diskusi ilmiah yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Airlangga Surabaya, Rabu (13/9).

Ia mengatakan, Kebhinekaan merupakan rahmat dan anugerah yang diberikan oleh Tuhan kepada Bangsa dan Negara Indonesia. Untuk itu, keberadaanya senantiasa harus dirawat dan dijaga. “Kebhinekkaan adalah fitrah atau sunatullah yang diberikan Tuhan kepada bangsa kita. Untuk itu, kita harus menjaganya dengan baik. Melalui kebhinekaan yang kuat dan kokoh akan menjadi modal penting bagi majunya pembangunan,” ujarnya.

Menurutnya, perbedaan yang seringkali terjadi harus disatukan. Sebagai bangsa yang besar, perbedaan yang disatukan harus dapat menjadi alat menyejahterakan masyarakat. Jangan sampai, perbedaan menjadi alat pertikaian, permusuhan, caci maki, yang berujung kepada kehancuran. “Kita harus bisa membingkai, bahwa perbedaan itu, jika dirawat dapat menjadi indah dan bisa menjadi satu kekuatan,” imbuhnya.

Agar tidak terjadi perbedaan dan konflik antar masyarakat, Gus Ipul sapaan akrabnya menjelaskan pentingnya melakukan komunikasi dengan masyarakat yang ada di bawah. Pendekatan komunikasi harus dilakukan, terutama yang memiliki latar belakang konflik sosial, agama, suku, hingga suporter harus terjembatani oleh pemerintah.

Dalam orasi ilmiah lainnya, Ketua Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar mengatakan, bahwa sebagai masyarakat yang bhineka atau majemuk, potensi konflik relatif tinggi di Indonesia. Kondisi masyarakat yang demikian akan memudahkan terjadinya konflik antaretnis, agama, kecemburuan sosial hingga kesenjangan antara golongan kaya dan miskin.

Akhir akhir ini, gejala intoleransi agama yang disertai dengan munculnya gerakan radikalisme serta fundamentalisme agama menguat di berbagai belahan dunia. Radikalisme yang mewujudkan diri dalam tindak kekerasan seperti bom bunuh diri telah menyebarkan rasa takut dalam masyarakat. “Bhinneka Tunggal Ika harus hadir untuk menguatkan bangsa dan negara dari segala bentuk ancaman bangsa yang ada,” pungkasnya.(CR11/Zal)

Istri Wagub Jatim Bu
Berondong Brunei 8-0
Rate This Article:
NO COMMENTS

LEAVE A COMMENT