Cegah Investasi Bodong, OJK Tingkatkan Pengawasan dan Edukasi

Ilustrasi: (FOTO: DOK/OJK)

SURABAYA-BISNISKINI : Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya meningkatkan pengawasan dan edukasi kepada masyarakat untuk mencegah investasi bodong.

“OJK akan terus melakukan perbaikan dalam sisi internal organisasi, dan menginstruksikan kepada para pimpinan di daerah untuk proaktif dalam melakukan pencegahan investasi bodong,” ujar Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pusat Heru Kristiyana, Selasa (12/09/2017).

Heru yang juga Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta seluruh pimpinan OJK di daerah harus melakukan berbagai upaya pengawasan dan edukasi termasuk pencegahan. Tujuannya memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan investasi yang seakan-akan menawarkan hasil tinggi tapi nyaris tanpa resiko.

“Lewat Kapasitas pimpinan di setiap daerah, saya harapkan OJK bisa menjadi ujung tombak untuk mengedukasi masyarakat jika ada penawaran seperti itu, jangan mudah tergiur, bagaimana pun harus dicermati juga setiap penawaran investasi yang datang,” tegasnya.

Yang masih hangat, lanjutnya, kasus First Travel. Dari peristiwa itu menunjukkan lemahnya pengawasan pada industri investasi. Kalau sudah seperti itu, kembali yang dirugikan adalah masyarakat. Karenanya semua pihak didorong harus belajar dari pengalaman itu.

Menurut Heru, peristiwa First Travel agar dijadikan sebagai momentum untuk melakukan perbaikan sistem kerja dan kualitas kedepannya. Langkah kongkrit OJK adalah harus menginisiasi untuk melakukan pencegahan agar hal demikian tidak terulang.

“OJK merasa terpanggil, lewat kerja sama dengan kantor OJK di seluruh daerah, hal demikian bisa kita cegah demi mencapai tujuan pembangunan ekonomi secara nasional,” imbuhnya.

Pelaku investasi bodong biasanya menawarkan return cukup besar. Adapun bentuknya yaitu investasi uang dengan profit tinggi seolah-olah perdagangan berjangka, investasi emas tapi tidak melepas emasnya dan investasi properti.

Modusnya menawarkan hasil investasi atau imbal hasil sangat tinggi setiap bulannya nyaris tanpa resiko. Untuk itu, masyarakat diminta berhati-hati dan mewaspadai hal itu sebelum memutuskan berinvestasi sehingga sangat penting mempertimbangkan semua resiko termasuk memastikan legalitas resmi perusahaan investasi tersebut. (CR-10/Zal)

Sensodyne Tanam Inve
Timnas U-19 Memburu

rizal@bisniskini.com

Rate This Article:
NO COMMENTS

LEAVE A COMMENT