Bulog Kesulitan Menyerap Gabah dan Beras

Petani di Desa Tunjungsekar, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menggiling gabah hasil panen untuk selanjutnya beras dijual Rp9.400 per kg kepada pedagang, Selasa (12/9). Harga gabah kering panen (GKP) di Malang dan Pasuruan Rp4.500-Rp4.900 per kg mendongkrak harga beras di pasar. (FOTO: BISNISKINI/BAGUS)

MALANG-BISNISKINI: Perum Bulog Malang, Jawa Timur, kesulitan menyerap gabah kering panen (GKP) petani karena harganya di atas harga pembelian pemerintah.

Di Kabupaten/Kota Malang dan Pasuruan, harga GKP menyentuh Rp4.500-Rp4.900 per kg. Kendati harga itu dinilai petani masih stabil dan wajar, namun bagi Bulog dianggap bisa menyulitkan pengadaan komoditas pangan.

Petani di Kelurahan Tasikmadu, Kota Malang, Arifin, Selasa (12/9), mengatakan harga GKP di Kota Malang Rp4.600-Rp4.700 per kg. Di Pandaan, Pasuruan, justru sudah menyentuh Rp4.900 per kg. Posisi harga itu lantas mendongkrak harga beras.

“Di penggilingan, beras dijual Rp9.000-Rp11.000 per kg,” katanya.

Fluktuasi harga bahan pangan itu terjadi setiap tahun. Penyebabnya, lanjut Arifin, karena pedagang turut membeli gabah dan beras di petani. Akibat persaingan antar pedagang dalam mendapatkan komoditas pangan tersebut akhirnya membentuk harga di tingkat petani.

Petani pun kerap menjual gabahnya dengan berpatokan pada pedagang kendati HPP gabah Rp3.700 per kg dan beras di penggilingan Rp7.300 per kg.

Di Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari, harga GKP dipatok Rp4.500-Rp4.600 per kg. Setelah proses giling, beras dijual curah Rp9.400 per kg ke pedagang. Harga beras itu bisa naik lagi setelah dijual ke pasar.

“Perkembangan harga gabah dan beras karena petani memasuki musim tanam,” katanya.

Selama 2017, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Pemkab Malang mencatat realisasi panen padi Januari-Juni 2017 untuk sawah sebanyak 37.360 ha dan lahan tegalan 2.860 ha. Sedangkan realisasi panen terkini sejak Juli untuk sawah 5.152 ha dan tegalan 40 ha dari areal tanam keseluruhan mencapai 45.412 ha.

Dari keseluruhan panen itu, ketersediaan beras di Kabupaten Malang mencapai 204.702 ton atau surplus 67.844 ton karena kebutuhan beras daerah itu hanya 136.858 ton.

Kepala Bulog Subdivre Malang Faizal Azhari Rambe menyatakan realisasi pengadaan baru menyerap 504 ton setara beras dari target 9.800 ton menggunakan skema fleksibilitas harga tahun ini mulai 7 Agustus hingga 31 Desember 2017.

Belum optimalnya realisasi penyerapan, lanjut Faizal, karena harga gabah kering panen di petani sudah menyentuh Rp5.000-Rp5.400 per kg. Adapun harga beras medium di pasar Rp8.600-Rp9.000 per kg.

Bulog kesulitan lantaran patokan harga fleksibilitas pembelian 10% di atas harga acuan pemerintah Rp4.070 per kg masih di bawah harga gabah di petani.(CR03)

POST TAGS:
FOLLOW US ON:
Risma Dirikan TBM un
LPS Percepat Penunta

redaksi@bisniskini.com

Rate This Article:
NO COMMENTS

LEAVE A COMMENT